Road MAP

Road MAP

Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan dalam transformasi digital Indonesia menuju Visi Indonesia 2045 yang secara tegas menyatakan bahwa kedaulatan dan kemandirian digital harus menjadi prinsip penting dalam transformasi digital. Untuk Ekonomi Digital adalah seluruh kegiatan ekonomi yang menggunakan bantuan internet dan juga kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence). Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang diharapkan bisa mempercepat dan meningkatkan pemanfaatan serta pengembangan teknologi digital.

Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 tersebut dinyatakan Indikator transformasi Digital dapat dilihat dari adanya Infrastruktur Digital, Pemerintahan Digital, Ekonomi Digital dan Masyarakat Digital. 

Ekonomi Digital adalah seluruh kegiatan ekonomi yang menggunakan bantuan internet dan juga kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) yang diharapkan mampu mensinergikan berbagai situasi dan berbagai stakeholder di dalam kerja sama kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan para stakeholder lainnya.

Untuk itu diperlukan sinergi program mendukung transformasi digital pada sektor ekonomi, melalui :

  1. Digitalisasi 6 sektor strategis: Pertanian, Pariwisata, Logistik, Maritim, Pendidikan dan Kesehatan
  2. Fasilitasi scaling up UMKM dengan teknologi digital
  3. Penciptaan startup digital aktif
  4. Fasilitasi matchmaking startup (Penambahan unicorn baru)
  5. Penyediaan teknologi pengendalian konten di internet

Sejalan dengan Visi Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terdepan di Asia Tenggara, optimalisasi penggunaan teknologi, antara lain seperti komputasi awan (cloud) serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di berbagai lini kehidupan menjadi sangat penting.

Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh hingga delapan kali lipat pada 2030 mendatang. Untuk merealisasikannya, kolaborasi perlu semakin diperkuat. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia, menginisasi pembentukan Kelompok Kerja Aliansi Digital berkolaborasi dengan Microsoft dan salah satu perguruan tinggai di Indonesia. Ini adalah sebuah kemitraan strategis antara pemerintah, akademia, dan swasta dalam mengakselerasi perwujudan agenda ekonomi digital Indonesia melalui pemanfaatan teknologi (Indonesia News Center, 2022).

Kelompok kerja ini akan menjadi platform kolaborasi yang aktif melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan untuk bertukar ide dan pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam memulihkan ekonomi Indonesia – terlebih pasca COVID-19. Pemangku kepentingan di sini termasuk pemimpin di pemerintahan, industri, organisasi kemasyarakatan, asosiasi, hingga badan usaha milik negara.

Para inisiator Kelompok Kerja Aliansi Digital sepakat bahwa jalan menuju pemulihan ekonomi dan ketahanan industri adalah teknologi sebagai platform, inovasi sebagai budaya, dan keterampilan digital sebagai pemberdaya. Karena itu, perlu upaya untuk memaksimalkan keahlian masing-masing untuk semakin memberdayakan ekonomi digital Indonesia.

Temuan utama dari Global Connectivity Index (GCI) 2020 adalah bahwa transformasi digital pada industri akan membantu negara dalam meningkatkan produktivitas, memacu pemulihan ekonomi dan mengembangkan daya saing di masa depan. Riset GCI menunjukkan bahwa ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas dan beralih ke digital dengan mendayagunakan konektivitas cerdas pada umumnya memperoleh manfaat berupa nilai tambah bruto (GVA) per pekerja atau per jam kerja yang lebih tinggi.

Negara-negara dengan infrastruktur digital yang lebih matang memiliki posisi yang lebih baik untuk meminimalkan dampak ekonomi dari pandemi, pulih lebih cepat, dan memastikan kontinuitas transformasi mereka ke dalam model produktivitas tingkat tinggi. Transformasi digital sektor ekonomi akan membantu perekonomian mengembangkan produktivitas “tingkat tinggi” untuk memacu pemulihan ekonomi dan daya saing di masa depan.

Peningkatan pengguna internet serta transaksi jual-beli dan keuangan secara digital selama pandemi seharusnya dapat dilihat sebagai peluang emas bagi pelaku bisnis tak terkecuali pelaku bisnis di Sumatera Utara. Perekonomian Sumatera Utara hingga saat ini masih bergantung pada produk hasil bumi yang berasal sektor pertanian dan perkebunan. Beberapa komoditas penting yang berasal dari pulau Sumatera yaitu padi, kelapa sawit, karet, kopi, teh, dan kakao. Adanya perubahan kegiatan ekonomi yang beralih menjadi ekonomi digital seharusnya dapat menjadi jalan lain untuk produsen dari Sumatera Utara dalam memasarkan produk unggulannya ke pasar yang lebih luas hingga lintas negara dan membangun jaringan dengan pelaku bisnis lainnya sehingga dapat memperpendek jalur distribusi yang selama ini ada.

Persaingan global yang cepat saat ini menuntut transformasi digital di dalam setiap sektor kehidupan. Oleh karena itu sektor-sektor yang ada di Indonesia juga harus mampu beradaptasi dan bertransformasi agar dapat bersaing secara global, tak terkecuali sektor ekonomi dan keuangan. Perkembangan teknologi yang ada tidak dapat diabaikan dalam menunjang aktivitas ekonomi dan keuangan nasional. Digitalisasi pada kegiatan sektor ekonomi dan keuangan akan berpengaruh besar guna menjangkau pelaku dan konsumen/nasabah yang lebih banyak dan luas serta dengan biaya yang lebih terjangkau. Transformasi digital pada sektor ekonomi dan keuangan tersebut, tentu tidak dapat dipisahkan dari perkembangan infrastruktur dan penetrasi layanan internet pada masyarakat.

Strategi nasional ekonomi bertujuan untuk mewujudkan visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif dengan optimalisasi di sektor digital. Kerangka strategi ekonomi digital ini, didukung oleh 4 pilar utama yang dipetakan sesuai dengan prioritas nasional dan program-program unggulan pemerintah.

Pilar pertama adalah pengembangan sumber daya manusia khususnya talenta digital yang memiliki keterampilan science dan teknologi.

Pilar kedua, infrastruktur digital dan infrastruktur fisik yang kuat, yang dibutuhkan untuk meningkatkan arus ekonomi serta menciptakan peluang kerja di sektor tersebut. etiga yaitu penyederhanaan berbagai birokrasi dengan berbagai aturan dan standar yang mendukung dan mengurangi tantangan inovasi.

Pilar ketiga, penyederhanaan berbagai birokrasi melalui kebijakan aturan dan standar yang mendukung, mengurangi hambatan inovasi.

Pilar keempat adalah research dan inovasi digital yang diperlukan untuk menghasilkan nilai tambah industri dan mengurangi ketergantungan sumber daya alam serta mendorong transformasi ekonomi.

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved