Infrastruktur Digital

Infrastruktur Digital

Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah penduduk terbesar nomor 4 di Indonesia (± 15 Juta Jiwa tahun 2021) tentu saja memiliki potensi yang sangat besar dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Perkembangan ekonomi digital di Provinsi Sumatera Utara juga tergolong tertinggal dibandingkan Provinsi lainnya di Indonesia, karena dari 2.324 startup Indonesia per Desember 2021 belum ada satupun perusahaan yang diakui sebagai perusahaan start-up yang lahir di Sumatera Utara.  

Berdasarkan hasil pengolahan data Susenas tahun 2020 terhadap penduduk usia produktif di Pulau Sumatera menunjukkan bahwa pengguna internet pada kelompok tersebut baru mencapai 51,99 persen. Selain itu, capaian persentase pengguna internet pada level provinsi di Pulau Sumatera juga masih cukup beragam.

Berdasarkan kurva tersebut, terdapat 4 (empat) provinsi yang telah memiliki persentase pengguna internet diatas rata-rata. Persentase tertinggi terdapat di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau dengan nilai masing-masing sebesar 67,12 persen dan 56,62 persen. Persentase penggunaan internet pada penduduk usia produktif di Sumatera Utara masih berada dibawah Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Sumatera Barat. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan yang erat antara kualitas perekonomian wilayah dengan capaian pengguna internet. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi di kedua provinsi tersebut, yang menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera (BPS,2021).

Namun akses terhadap internet masih belum merata di Indonesia, BPS mencatat jumlah usaha yang berjualan secara daring (online) di Indonesia mencapai 2,36 juta unit pada 2020. Proporsi tersebut telah mencapai 25,25% dari total bisnis di Indonesia pada tahun lalu. Berdasarkan wilayahnya, mayoritas atau 75,16% pelaku usaha daring masih berasal dari Pulau Jawa.

Pada sektor ekonomi dan keuangan, pertumbuhan teknologi digital khususnya internet harus mampu di adopsi dengan baik oleh para pelaku bisnis termasuk juga masyarakat umum sebagai konsumen/nasabah. Pandemi Covid-19 juga turut mendisrupsi perilaku masyarakat dan berbagai aktivitas ekonomi kearah yang meminimalisir kontak fisik. Layanan jual-beli secara online (ecommerce) dan layanan transaksi keuangan digital telah tumbuh pesat dalam kondisi ini baik secara global maupun nasional. Transformasi digital ini tentu akan memberikan banyak dampak positif terutama dalam jangkauan, kecepatan dan efisiensi biaya guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Secara rata-rata, persentase penduduk usia produktif pengguna ebanking di Pulau Sumatera pada tahun 2020 hanya sebesar 3,29 persen. Artinya hanya terdapat 3 sampai 4 orang saja dari 100 orang penduduk usia produktif di Pulau Sumatera yang menggunakan ebanking pada tahun 2020.

Ketimpangan antara wilayah kabupaten dan kota juga terlihat cukup jelas. Jika diurutkan, dari 20 wilayah dengan persentase pengguna ebanking terbesar di Pulau Sumatera, 19 diantaranya berstatus kota dan hanya 1 wilayah yang berstatus kabupaten. Hal ini memberikan indikasi awal adanya perbedaan perilaku penduduk di wilayah perkotaan dan penduduk di wilayah perdesaan. Selain itu, fenomena ini juga dapat menggambarkan indikasi lain dimana penduduk pada sektor pertanian kurang cenderung untuk menggunakan ebanking dibandingkan sektor lain mengingat mayoritas sektor pertanian terdapat di wilayah kabupaten (perdesaan).

Pada sektor ekonomi digital, kegiatan yang diteliti pada penelitian ini adalah aktivitas jualbeli online yang dilakukan masyarakat menggunakan media internet (ecommerce). Persentase penduduk usia produktif yang menggunakan internet untuk kegiatan ecommerce di Pulau Sumatera pada tahun 2020 sedikit lebih banyak dibandingkan pengguna ebanking yaitu sebesar 6,75 persen. Artinya terdapat 6 sampai 7 orang dari 100 orang penduduk usia produktif di Pulau Sumatera pada tahun 2020 yang melakukan kegiatan jual-beli secara online (ecommerce). Kabupaten/kota dengan persentase terendah adalah Kabupaten Nias (Sumatera Utara) dengan persentase sebesar 0,47 persen.

 

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved