Ditopang UMKM, Ekonomi Kota Medan Stabil Sepanjang 2022

Ditopang UMKM, Ekonomi Kota Medan Stabil Sepanjang 2022

Diginomi | Medan – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Benny Iskandar Nasution menyebutkan, ekonomi Kota Medan stabil selama tahun 2022 ini. UMKM menjadi penopang perekonomian di Kota Medan pasca dilanda pandemi COVID-19.

“Pondasi saat hancurnya ekonomi itu kan UMKM, Kota Medan (selama tahun 2022) alhamdulillah dengan adanya Bapak Wali Kota Medan stabil-stabil aja karena dengan dihidupkannya UMKM semakin kita jaga semakin stabil perekonomiannya,” kata Benny Iskandar Nasution kepada detikSumut, Sabtu (31/12/2022).

Wali Kota Medan Bobby Nasution saat membeli produk UMKM di Pos Bloc Medan (Foto::Kartika/Detiksumut)

Selama di masa COVID-19 yakni tahun 2020 hingga 2021, Pemkot Medan ikut membantu para UMKM dalam memasarkan produk mereka. Sehingga ketika di masa COVID-19 maupun saat kenaikan BBM, perekonomian Kota Medan dalam kondisi stabil.

“Jadi ketika gonjang-ganjing COVID-19, kenaikan BBM, UMKM inilah dijadikan Pak Wali sebagai penopangnya,” ujarnya.

Jumlah UMKM yang menjadi binaan Pemkot Medan juga, kata Benny, mengalami peningkatan signifikan dari 27 ribu tahun 2021 menjadi 90 ribu di 2022. Kenaikan jumlah UMKM tersebut dinilai karena Wali Kota Medan Bobby Nasution begitu memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM.

“(UMKM) binaan Pemkot Medan (tahun 2021) 27 ribu sekarang (per Desember 2022) menjadi 90 ribu lebih, dari situ sudah terasa begitu terasa bantuan Bapak Wali Kota sehingga begitu banyak UMKM ingin menjadi binaan kita,” ucapnya.

Perhatian Pemkot Medan kepada pelaku UMKM itu seperti memberikan pelatihan, bantuan modal, pengajuan kredit tanpa agunan dengan bunga rendah, pemasaran, hingga menggratiskan label halal pada produk UMKM kuliner. Para pelaku UMKM yang memiliki usaha yang sejenis juga didorong untuk membentuk koperasi agar mendapat bantuan dari Pemkot Medan.

“Kita didik mereka dengan pelatihan-pelatihan, marketplace nya kita bantu, bantuan modal-modal usaha ada yang pakai agunan ada yang tidak (dan) bunganya itu rendah tiga persen, banyak (benefit yang didapat UMKM binaan Pemkot Medan) apalagi Wali Kota Medan ada MoU dengan BUMN-BUMN, termasuk kita bisa memasukkan mereka ke pasar-pasar modern,” jelasnya.

“Kemarin juga kita berikan bantuan peralatan untuk UMKM sebesar Rp 1,5 miliar bantuan peralatan dan yang dapat semua binaan kita, mereka membentuk kelompok koperasi sesuai dengan jenis usahanya. Sekarang ini Pemkot Medan melalui Wali Kota sedang diusahakan agar pelaku UMKM dapat lebel hala secara gratis, selamanya mereka bayar Rp 4-5 juta, sekarang sudah kita kirim datanya ada sebanyak 200 lebih,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Medan juga sering mengadakan atau mengikuti festival UMKM hingga ke ke luar Sumatera Utara. Tahun depan, pelaku UMKM tersebut akan ke Timur Tengah dan Eropa untuk mengikuti pameran di sana.

“Kita sering buat festival kuliner, bahkan ke luar daerah seperti di Lampung, ada ke Padang, ada ke Jakarta ada beberapa kali, karena kita UMKM ini juga masuk ke dalam Dekranasda, ketua Dekranasda kan Ibu Wali Kota jadi event itu kita ikut ke Makassar dan daerah lain,” bebernya.

“2023 nanti mungkin UMKM kita ini akan sampai ke tingkat internasional, karena kita sudah diundang oleh Arab Saudi, Turki, bahkan ke Eropa untuk pameran di sana, Maret 2023 ke Turki, Apri atau Mei ke Eropa,” sambungnya.

Pemkot Medan kata Benny menyediakan berbagai lokasi untuk menjadi lapak jualan UMKM, hal itu guna menghindari UMKM tersebut berjualan di trotoar. Sejumlah lokasi sedang disiapkan seperti di kampus USU, Jalan Pegadaian, kawasan heritage Kesawan dan bulan Januari mendatang akan dimulai di kawasan Nibung Raya.

“Kawasan heritage ini kan belum selesai, nanti akan kita alihkan ke situsitu beberapa pelaku UMKM yang ada di Kota Medan, dan itu juga akan dibangun di USU namanya Plaza UMKM menampung 197 UMKM, di Jalan Pegadaian lokasi mural itu juga Pak Wali ingin membuat pelaku UMKM di situ juga, cuma lagi kita usulkan ke PT KAI karenakan lahan punya mereka. Nanti awalnya akan muncul dulu di Nibung Raya, kemungkinan di bulan Januari (2023),” jelasnya.

Benny menuturkan jika pelaku UMKM yang belum dan ingin menjadi binaan Pemkot Medan cukup datang ke kantor Dinas Koperasi dan UMKM. Cukup membawa KTP, KK, dan NIB, semua proses pendaftaran tersebut gratis.

“Datang aja ke dinas kita dengan membawa KTP, KK, dan NIB-nya, kalau nggak ada NIB-nya nanti kita akan bantu untuk terbitkannya dan tidak ada sepersen biaya pun, BPOM pun nanti kita bantu urus,” tutupnya.

Pewarta : Nizar Aldi – detikSumut
Sumber : https://www.detik.com/sumut/bisnis/d-6491724/ditopang-umkm-ekonomi-kota-medan-stabil-sepanjang-2022

Ganda Sibarani

Ganda Sibarani

Staf Bidang Perencanaan Ekonomi, Kemaritiman, dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Sumatera Utara

Previous Penyaluran Kredit UMKM di Sumut Tumbuh Pesat Tahun 2022

Leave Your Comment

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved