Porsi Pemberi Pinjaman Fintech Lending dari Kalangan Milenial Capai 65%

Porsi Pemberi Pinjaman Fintech Lending dari Kalangan Milenial Capai 65%

DIGINOMI | SUMUT, Kaum milenial mendominasi jumlah pemberi pinjaman atau lender fintech peer to peer (P2P) lending. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lender dari kalangan milenial berusia 19-34 tahun sebanyak 64,90% per Mei 2022. Sisanya lender dari kalangan usia 35-54 tahun sebanyak 31,59% dan golongan usia lainnya 3,51%.

Hal yang sama juga dirasakan oleh para pemain. Menurut Laporan Akuntabilitas Sosial Amartha tahun 2019, 68% segmentasi lender Amartha diisi oleh generasi milenial. Hal ini disebabkan oleh karakteristik milenial yang sudah melek digital dan menyukai investasi berbasis teknologi yang praktis dan mudah.

“Selain itu karakteristik milenial juga sudah mulai mengutamakan prinsip investasi yang berdampak, karena dapat memberikan keuntungan secara materi dan menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan,” kata Rezki Warni, AVP Marketing & PR Amartha kepada kontan.co.id, Kamis (8/7).

Amartha juga terus konsisten melakukan edukasi keuangan dan digital kepada pendana milenial melalui berbagai aktivitas seperti kerjasama dengan influencer, artikel literasi keuangan, dan kegiatan webinar. 

Tren ke depannya, Amartha melihat GenZ berpeluang besar untuk berperan aktif dalam memberdayakan UMKM lewat fintech seperti Amartha, karena Generasi Z yang dinilai lebih melek digital (tech savvy) dan terbuka pada berbagai peluang. 

Untuk menggaet pendana baru Amartha menerapkan sejumlah strategi. Amartha menawarkan imbal hasil menarik yaitu mencapai 15% flat per tahun untuk setiap mitra yang didanai dan dibayarkan pada periode mingguan, sehingga pendana bisa mendapatkan pendapatan pasif setiap minggunya.

Selanjutnya kata Rezki, penerapan risiko terukur dengan penyaringan mitra usaha menggunakan algoritma machine learning serta penciptaan dampak yang terukur, yang bisa langsung dilihat di marketplace melalui fitur impact investing

Amartha juga menyediakan fitur crowdfunding dimana pendana bisa mendanai usaha mitra dengan minimal pendanaan Rp 100.000. Literasi keuangan juga menjadi salah satu strategi Amartha dengan memberikan edukasi secara konsisten melalui berbagai platform media sosial.

Fintech P2P lending Koinworks juga mencatatkan lender usia milenial masih bertambah dan menjadi kelompok usia yang cukup dominan di KoinWorks hingga tahun 2022 ini. Memasuki pertengahan tahun 2022, Koinworks mencatat kenaikan jumlah pengguna KoinWorks dari 1,5 juta pengguna menjadi 1,6 juta lebih pengguna.

“Dari analisis kami, sejumlah faktor berkontribusi dalam menarik minat lender milenial, antara lain kemudahan dan kecepatan layanan yang dapat diperoleh hanya dalam satu aplikasi. Faktor lainnya adalah modal yang dibutuhkan tergolong sangat ringan,” terang Co-founder & CEO KoinWorks Benedicto Haryono.

“Saat ini rata-rata lender dapat mulai pendanaan di platform KoinWorks mulai dari 100 ribu rupiah saja. Kemudian generasi  ini memiliki kanal informasi yang memadai bahkan melimpah melalui berita, media sosial,” lanjut dia.

Hal ini disebut Ben dapat memberikan mereka feeding informasi yang dibutuhkan, seperti perbandingan antar platform P2P, cara berinvestasi untuk pemula, hingga regulasi terbaru yang perlu diketahui.

Pihaknya pun mencatat audiens media sosial KoinWorks didominasi usia 25 – 34 tahun. Dalam komposisi lenders ritel, kelompok pengguna milenial berkontribusi besar pada pemberian dana pinjaman hingga lebih dari 35%. Di sisi lain, imbal hasil yang diterima pendana pun bervariasi antara 4%-18% p.a yang berdasarkan pada profil risiko dan grade pendanaan. 

Untuk lenders ritel, Koinworks juga melihat generasi di setelah milenial yaitu gen Z memiliki ketertarikan yang tinggi pada diversifikasi aset melalui pendanaan di KoinWorks. Generasi ini cenderung sudah melek teknologi sejak kecil sehingga tidak mengalami kesulitan sama sekali dalam mengadopsi platform keuangan digital. 

“KoinWorks juga fokus untuk memberikan inklusi keuangan dan dampak sosial pada UKM dan mengembangkan bisnis para entrepreneur. Hal ini menjadi daya tarik bagi generasi Z, karena tidak hanya ingin mengembangkan keuangan pribadi, tapi mereka juga rata-rata memiliki ketertarikan untuk terlibat membantu masyarakat,” kata Ben.

CEO Modal Rakyat Hendoko Kwik juga menyebut lender milenial dengan rentang usia 25-40 tahun masih mendominasi sekitar 57% di Modal Rakyat.

“Dalam menggaet lender milenial, kita selalu mensosialisasikan hal yang sama, yaitu kita selalu berfokus pada responsible lending dan responsible investing,” kata Hendoko.

Di sisi lain, pajak lender ritel disebut Hendoko tentu memberikan dampak pada penurunan likuiditas, mungkin berkisar sampai dengan 20% penurunannya. Akan tetapi menurut Hendoko, bukan dikarenakan pengenaan pajaknya, akan tetapi karena pendana atau lender ingin mengatur manajemen ulang untuk portfolio pendanaan nya.

Hendoko menyebut, imbal hasil yang diberikan oleh platform Modal Rakyat kepada pendana juga tetap berkisar di 15% per tahun.

Sumber : https://keuangan.kontan.co.id/news/porsi-pemberi-pinjaman-fintech-lending-dari-kalangan-milenial-capai-65

Previous Rupiah Digital Disebut Bisa Picu Krisis, Ini Antisipasi BI

Leave Your Comment

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved