Bisnis Ekonomi Digital Makin Lancar dengan Layanan Perbankan Digital Bank Mandiri

Bisnis Ekonomi Digital Makin Lancar dengan Layanan Perbankan Digital Bank Mandiri

DIGINOMI – SUMUT, Pemanfaatan internet melalui ponsel mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam berbelanja dan melakukan transaksi keuangan lainnya. Perubahan ini menumbuhkan beragam industri digital seperti fintech, e-commerce, telemedicine, edutech dan lainnya serta melahirkan berbagai macam start-up digital yang mendukung pengembangan ekonomi  di Indonesia.

Pada tahun 2021, nilai transaksi e-commerce Indonesia berhasil mencapai Rp401,25 triliun dengan volume transaksi sebesar 1,73 miliar. Nilai ekonomi digital di Indonesia tahun 2021 yang tercatat sekitar USD70 miliar bahkan merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara, dan diperkirakan mampu mencapai USD146 miliar pada tahun 2025.

Jumlah pemain yang terus bertambah di industri membuat perusahaan digital seperti fintech dan e-commerce perlu meningkatkan keunggulan kompetitif dalam bisnisnya. Proses transaksi yang mudah dan ringkas menjadi keharusan dalam memberikan layanan terbaik pada pelanggan.

Sementara itu, layanan digital dari perusahaan tersebut menghadapi volume transaksi yang besar setiap hari. Model bisnisnya pun beragam mulai dari business to consumer (B2C), consumer to business (C2B), business to business (B2B), hingga business to government (B2G). Kompleksitas transaksi tersebut tak pelak membutuhkan solusi pengelolaan keuangan secara digital untuk menjaga kelancaran operasional dan produktivitas perusahaan.  

Menjawab kebutuhan industri digital, seperti fintech dan e-commerce, Bank Mandiri menghadirkan Mandiri API (Application Programming Interface) untuk menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif, serta mendukung digitalisasi ekosistem bisnis. Layanan perbankan digital ini memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi perusahaan mitra dalam mengintegrasikan produk dan layanan perbankan Bank Mandiri pada platform dan aplikasi yang dimiliki.

Enam layanan

Mandiri API yang terintegrasikan dengan sistem internal perusahaan membuat proses transaksi bisnis yang dilakukan pelanggan pada platform atau aplikasi perusahaan menjadi lebih cemat, mudah, dan ringkas. Perusahaan pun memperoleh kemudahan dalam memonitor serta rekonsiliasi data transaksi.

Bank Mandiri juga telah menggunakan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) sebagai bentuk dukungan penuh terhadap inisiatif open banking, yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2021 lalu. Dengan SNAP, semua pelaku industri sistem pembayaran, baik bank, e-commerce, startup, fintech, penyedia uang elektronik, payment gateway, dan lainnya diharapkan bisa berkomunikasi menggunakan ‘satu bahasa’ secara efisien dan tidak terfragmentasi. 

Saat ini, perusahaan mitra dapat memanfaatkan enam layanan dalam Mandiri API, yaitu Bill Payment, Transfer, Virtual Account, Direct Debit, Loan Application, dan E-Money.

Fitur Bill Payment memberikan akses pada berbagai biller yang bergerak di bidang pendidikan, telekomunikasi, transportasi, asuransi, hingga perpajakan. Melalui fitur ini, semua pengguna yang memiliki tagihan dapat melakukan pembayaran ke perusahaan atau biller tersebut.

Dengan fitur Transfer, perusahaan dapat melakukan transfer dana ke sesama rekening Bank Mandiri atau dari Bank Mandiri ke rekening bank domestik lainnya melalui SKN, RTGS, BI-FAST dan transfer online. Fitur ini juga menyediakan sub-layanan pengecekan rekening penerima, status transaksi dan informasi mutasi rekening secara real time.

Kemudahan lainnya adalah fitur Mandiri Virtual Account API. Melalui fitur ini, perusahaan dapat memberikan kode unik rekening virtual pada pelanggan sesuai nomor invoice, ID pelanggan, nomor telepon, dan sebagainya. Dengan rekening virtual, perusahaan bisa menerima, memonitor, dan melakukan rekonsiliasi transaksi pembayaran dari pelanggan secara lebih cepat dan mudah.

Untuk metode pembayaran, perusahaan juga dapat menggunakan fitur Mandiri Direct Debit, dimana pengguna hanya perlu menyimpan kartu dengan nomor kartu Mandiri Debit beserta expiry date-nya. Setelah itu, pengguna dapat dengan mudah melakukan transaksi di platform merchant dengan nyaman dan aman yang disertai dengan verifikasi OTP yang dikirimkan ke nomor HP pengguna yang tersimpan di Bank.

Perusahaan fintech dan e-commerce yang menyediakan layanan pinjaman atau pembiayaan pada pelanggan dapat memanfaatkan fitur Loan Application. Fitur ini memungkinkan pelanggan mengajukan pinjaman hingga Rp1 miliar tanpa jaminan ke Bank Mandiri. Prosesnya terjamin aman dan ringkas karena dilakukan secara online. Persetujuan aplikasi pinjaman melalui fitur ini pun sangat cepat, kurang dari 24 jam.

Fitur E-Money memudahkan pelanggan perusahaan fintech dan e-commerce melakukan top up dan update saldo Mandiri e-Money dengan ponsel pintar yang dilengkapi dengan NFC. Mandiri API mengintegrasikan fitur ini dengan sistem internal perusahaan sehingga pelanggan dapat dengan mudah mengaksesnya melalui platform atau aplikasi perusahaan.

Temukan berbagai manfaat Mandiri API sesuai kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Mandiri API, segera kunjungi developer.bankmandiri.co.id atau hubungi Mandiri Call 14000. 

Sumber : https://www.kontan.co.id/

Yufika Al Sandra

Yufika Al Sandra

Staf Subbid. Keuangan, Investasi dan Aset Bappeda Provsu

Previous B20 WiBAC: Pemberdayaan UMKM Jadi Mesin Ekonomi

Leave Your Comment

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved