Sektor Perikanan dan Peternakan Juga Harus Didukung Ekosistem Digital Seperti di Kampung Budidaya Bawal

Sektor Perikanan dan Peternakan Juga Harus Didukung Ekosistem Digital Seperti di Kampung Budidaya Bawal

Sebagai BUMN kini Telkom memiliki Agree Telkom yang  merupakan platform digital mitra kolaborasi  dari pelaku usaha, pembeli dan pemodal untuk mendukung kegiatan pertanian, peternakan dan perikanan.

Pada Kamis lalu 14 April 2022 Tim Agree datang ke lokasi budidaya di Keter Tengah, Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau untuk meninjau kesiapan sarana prasarana budidaya perikanan.

Dalam kunjungan  lapangan selama dua hari tersebut, agree Telkom diwakili oleh manager agree M.N Fajar, lead product Rizki oktavian, dan field assistant mazlan.

Turut hadir direktur bidang kelautan dan perikanan Asosiasi Pengusaha Desa (apedi) Imam Kadarisman didampingi oleh direktur Utama PT Rekayasa Agromarin Indonesia Demigusti Raisa Anjani, serta Ketua Koperasi Marin Agri Sejahtera Risalah Adzani Minarsy.

Kegiatan ini penting  dalam mewujudkan implementasi Digitalisasi Ekosistem Perikanan end to end melalui Platform Agree yg dipersembahkan oleh PT Telkom Indonesia di Bintan, Kepulauan Riau.

Kerja sama ini bermula dari kesepakatan bersama antara Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI) dengan Telkom dalam membangun ekosistem bisnis bidang perikanan dan pertanian dari hulu ke hilir.

nisiasi kerja sama dengan PT Rekayasa Agromarin diawali oleh Tim Agree pada awal tahun 2022 yaitu melakukan in depth meeting terkait skema bisnis. Sejalan dengan itu Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menunjuk Kab. Bintan sebagai salah satu dari 130 lokasi kampung budidaya dengan komoditas ikan bawal bintang.

Hal ini membuka kesempatan untuk kolaborasi yang lebih luas sehingga telah dilakukan signing MoM, Kesepakatan antara Telkom Indonesia dan PT RAI di hadapan seluruh stakeholder pada agenda temu lapang Kampung Bawal Bintang yang dihadiri Dirjen Perikanan Budidaya.

M.N. Fajar Dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama ini agree diharapkan mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan pasar secara digital dan saling bermanfaat. Imam kadarisman menyambut gembira adanya kerjasama antara agree denga PT  RAI.

Harapannya akan tumbuh generasi milenial yang mau menjadi pengusaha dibidang pertanian dan perikanan. Imam mengatakan maju mundurnya sebuah bangsa di masa yang akan datang, ditentukan oleh para pemudanya yang mau kembali menjadi petani dan nelayan di masa sekarang.

Selain penandatanganan kontrak, juga dilakukan serah terima Field Assistant (FA) di PT Rekayasa Agromarin, harapannya melalui penempatan FA ini dapat membantu baik dalam proses implementasi digitalisasi ekosistem perikanan melalui Agree maupun budidayanya. Sehingga melalui monitoring Agree dan penjadwalan panen diharapkan SR dari bawal bintang bisa mencapai 80%.

PT RAI selama ini bergerak dalam bidang penyedia sarana budidaya dan menjadi offtaker hasil panen kelompok masyarakat dan koperasi. 

Di kampung budidaya Bawal Bintang ada 4 kelompok pembudidaya ikan binaan PT RAI untuk pembesaran dan Kopersi Marin Agri Sejahtera yang berusaha dalam pendederan ikan dalam hatchery.

Hachery Koperasi Marin Agri per siklusnya mampu menghasilkan 20.000 ekor benih ikan. Sedangkan keramba jaring apung (KJA) yang dimiliki kelompok dan koperasi tersedia sebanyak 67 lubang KJA yang per siklusnya mampu panen 30 ton ikan.

https://jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-1014313141/sektor-perikanan-dan-peternakan-juga-harus-didukung-ekosistem-digital-seperti-di-kampung-budidaya-bawal?page=2

Previous Selamatkan Sektor Pertanian Dengan Digitalisasi

Leave Your Comment

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved