Digitalisasi Toko Kelontong Diyakini Mampu Dorong Ekonomi Nasional

Digitalisasi Toko Kelontong Diyakini Mampu Dorong Ekonomi Nasional

DIGINOMI I SUMUT

Jaringan toko kelontong binaan PT HM Sampoerna Tbk, Sampoerna Retail Community (SRC) terus mendorong transformasi dan digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) toko kelontong di Tanah Air. Kehadiran toko kelontong SRC juga turut berkontribusi sebagai penggerak perekonomian lokal maupun nasional, dan siap untuk ikut andil dalam pemulihan ekonomi di Tanah Air.

Head of Commercial Business Development Sampoerna, Rima Tanago mengatakan, sinergi yang tercipta antara pedagang kelontong SRC, masyarakat sebagai konsumen, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya, perlu terus dipupuk agar dampak dan kontribusinya makin terasa untuk kepentingan bersama.

Kekuatan jaringan toko kelontong yang tersebar luas di 34 provinsi di Indonesia itu diharapkan makin bermanfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Solidaritas merupakan fondasi utama dari toko kelontong SRC yang ke depannya diproyeksikan menjadi jaringan toko kelontong terbesar dan terintegrasi di Indonesia. Harapannya, komitmen kami ini dapat didukung oleh seluruh komponen masyarakat karena bersama kita serba bisa dalam membawa perubahan,” kata Rima di Jakarta, Selasa (31/5).

Dia menjelaskan, dalam perjalanan SRC yang kini telah mencapai 14 tahun, dimaknai sebagai proses penting dalam transformasi toko kelontong menjadi adaptif dan inovatif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini. Pembinaan Sampoerna terhadap toko kelontong tradisional berhasil membawa perubahan signifikan bagi para anggotanya, yang kini telah mencapai 160.000 toko kelontong di seluruh Indonesia.

Pemilik Toko Kelontong SRC Mantu Lanang Semarang, Ninik, membagikan kisahnya selama bergabung bersama SRC. Sebelumnya, toko miliknya biasa saja tanpa ada pendampingan bisnis.

“Sejak bergabung dengan SRC, kami mendapatkan pendampingan seperti menata pajangan dan merapikan barang-barang. Setelah ada aplikasi AYO SRC, itu semakin dipermudah lagi karena kita bisa belanja lewat mitra pakai aplikasi saja, jadi tidak perlu repot dan antre,” ujar Ninik.

Ninik menambahkan, dampak positif juga dirasakan oleh toko kelontong di sekitarnya. Dia pun mencoba mengajak pemilik toko kelontong di sekitarnya untuk menggunakan aplikasi AYO SRC.

“Awalnya memang susah, tetapi karena semangatnya mereka untuk mendapatkan keuntungan seperti yang saya dapatkan, akhirnya mereka mau belajar sedikit demi sedikit,” kata Ninik.

Sumber : https://id.berita.yahoo.com/digitalisasi-toko-kelontong-diyakini-mampu-172630668.html

Intan Theresia Hutabarat

Intan Theresia Hutabarat

Analis Perencanaan Strategis di Sub Bidang Keuangan, Investasi dan Aset Bappeda Provsu

Previous MenKopUKM Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital Rp5.400 Triliun

1 Comment

Leave Your Comment

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved