Maksimalkan Potensi Ekonomi Digital, Dibutuhkan SDM Berkualitas

Maksimalkan Potensi Ekonomi Digital, Dibutuhkan SDM Berkualitas

Diginomi I Sumut, Kemendikbudristekdikti memperkirakan saban tahun diperlukan pekerja di bidang teknologi informasi sebanyak 600 ribu orang. Jumlah ini begitu sulit tercapai jika tidak ada kolaborasi antar pemangku kepentingan. Di sisi lain, seiring dengan perkembangan industri digital, dibutuhkan pula lulusan SDM yang mumpuni.

“Saat ini, tantangannya itu lebih kepada kualitas SDM kita. Tapi ini kayaknya juga dihadapi oleh beberapa negara lain, jadi tidak hanya Indonesia,” kata CEO Decoding, Narendra Wicaksono kepada Merdeka.com belum lama ini. Kalau dulu, kata Narendra, tantangannya pada kurikulum pendidikan. Belum ada formula yang sesuai dengan kondisi industri kala itu. Namun, pelan-pelan tantangan tersebut mulai terselesaikan. Kemudian, tantangan selanjutnya di industry expert.

“Tapi sekarang dua-duanya udah teratasi. Industri expert pun sekarang sudah mulai banyak ya,” jelasnya. Perlu diketahui, berdasarkan laporan E-Conomy SEA 2021 dari Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan gross merchandise value (GMV) Indonesia naik signifikan dari USD 47 miliar pada 2020, menjadi USD 70 Triliun pada 2021. Bahkan diperkirakan mampu mencapai USD146 miliar pada 2025. Maka itu, peluang ini tak boleh disia-siakan khususnya bagi pengembangan SDM.

Ilustrasi startup. © CBC

“Tanpa SDM digital yang memadai ruang digital tentu tidak maksimal,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate pada suatu kesempatan. Pemerintah, kata Johnny, juga turun tangan. Melalui Program Gerakan Nasional Literasi Digital, Kementerian Kominfo melatih masyarakat Indonesia agar punya kecakapan digital di tingkat dasar. Pada saat yang sama, Kementerian Kominfo juga mempersiapkan talenta Indonesia memiliki keterampilan digital di tingkat menengah melalui Program Digital Talent Scholarship.

“Tahun ini yang akan kita lakukan adalah sekitar dua ratus ribu milenial. Kami membutuhkan 9 juta talenta digital intermediate untuk 15 tahun ke depan, artinya setiap tahun kami harus memastikan memiliki 600.000 keterampilan digital intermediate, hal yang tentunya tidak mudah,” jelasnya.

Jamalul Izza, Chairman Yayasan Internet Indonesia mengatakan butuh kolaborasi antar pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing SDM bidang IT di negeri ini. Salah satu hal yang dilakukannya adalah mengadakan program Rumah Teknologi Indonesia (RTI) dengan didukung Pemerintah Kota Surakarta. RTI ini difokuskan bagi pelajar SMP dan SMK yang berasal dari keluarga pra-sejahtera dengan nilai rata-rata 8 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.

Nantinya, para pelajar yang terpilih akan diberikan materi-materi seputar IT seperti Basic Computer Network, Android Programming, UI/UX design, dan Digital Entreprenuer Class dari pengajar yang memiliki kompetensi di bidangnya.

“Masa pendidikannya akan dilaksanakan maksimal tiga bulan untuk satu kelompok pelajar terseleksi,” kata dia. Dilanjutkannya, seleksi Peserta RTI ini juga menggunakan skema Talent Mapping. Talent Mapping ini yaitu serangkaian tes atau assessment yang dilakukan dengan tujuan menemukan potensi diri atau bakat yang ada di dalam diri orang lain. Dengan berkolaborasinya pemangku kepentingan terhadap persoalan SDM digital, diharapkan mampu memperkokoh kekuatan negeri ini di sisi ekonomi digital.

sumber: https://www.merdeka.com/teknologi/maksimalkan-potensi-ekonomi-digital-dibutuhkan-sdm-berkualitas.html

Previous Masa Depan Cerah untuk Ekonomi Digital Indonesia

Leave Your Comment

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved