Digitalisasi Pariwisata Kian Kencang di Tengah Pandemi

Digitalisasi Pariwisata Kian Kencang di Tengah Pandemi

Diginomi I Sumut. Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir 2 tahun telah mengubah perilaku masyarakat yang makin akrab dengan dunia digital. Tak hanya untuk keperluan konsumsi, digitalisasi juga makin lekat dengan aktivitas berpelesiran.

Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Alexander Reyaan mengatakan pandemi membuat program digitalisasi pariwisata makin terakselerasi karena para pengelola objek wisata hingga wisatawan makin dekat dengan dunia digital.

“Sampai hari ini, untuk reservasi menggunakan digital, contohnya airline, atau model transportasi apa pun, hotel dan restoran itu sudah jadi sesuatu yang biasa. Untuk memasuki objek, pintu masuk objek [wisata], baru beberapa objek menerapkan itu. Sebelumnya orang-orang masih cuek,” katanya.

Digitalisasi pariwisata merupakan program yang sudah digaungkan Kementerian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak beberapa tahun lalu. Digitalisasi tersebut lebih mengarah kepada proses konsumen saat berwisata, mulai dari melakukan pemesanan untuk transportasi, menginap hingga memesan tiket masuk ke objek wisata.

Oleh karena itu, kata Alexander, pemerintah terus mendorong pengelola objek wisata di berbagai destinasi memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan operasional.

Dia mencontohkan, pembelian tiket masuk tempat wisata secara daring membuat pengelola bisa lebih mudah memantau kondisi dan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi secara lebih mudah.

Saat pengunjung memesan tiket secara daring, imbuhnya, pengelola bisa memantau batas kapasitas pengunjung secara lebih mudah, apalagi saat pandemi ada pembatasan demi menjaga keamanan dan kenyamanan.

“Dengan digitalisasi, itu sebenarnya kita bisa secara otomatis melakukan pembatasan yang biasanya disebut carrying capacity,” tuturnya.

Selain itu, pengelola wisata juga bisa menerapkan strategi lain bila kapasitas maksimal pengunjung kala pandemi sudah penuh, misalnya dengan mengalihkan wisatawan lain ke jam masuk yang berbeda.

Makin banyak pengguna dan pengelola yang memanfaatkan akses digital, makin banyak pula data informasi yang terkumpul untuk pengembangan wisata di masa depan.

sumber: https://bisnisindonesia.id/article/digitalisasi-pariwisata-kian-kencang-di-tengah-pandemi

Previous Menko Airlangga: Ekonomi Digital Berkontribusi Hampir USD 1 Triliun ke PDB ASEAN

Leave Your Comment

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved