Pembayaran Digital dan Masa Depan Industri di Indonesia

Pembayaran Digital dan Masa Depan Industri di Indonesia


Pembayaran digital telah menjadi salah satu penggerak sejumlah sektor bisnis, terutama di masa pandemi. Keunggulan system pembayaran digital ini antara lain adalah kecepatan, akurasi, dan akses yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dari tahun 2019 hingga 2020, nilai ekonomi digital di Tanah Air dikabarkan mengalami pertumbuhan hingga 11 persen. Hal itu tidak lepas dari dukungan pemerintah yang mencanangkan program Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Program ini menekankan pada penerapan sistem layanan berbasis digital, termasuk aktivitas layanan publik dan ekonomi.


Pembayaran digital menyediakan layanan yang dapat diterima konsumen untuk mengakses layanan dan transaksi keuangan, dan berbagai perusahaan rintisan dan entitas teknologi keuangan lainnya mendorong pertumbuhan perbankan elektronik. Kebutuhan konsumen yang semakin dinamis bersinergi dengan upaya semua pihak terkait dalam menghadirkan konsep dan sistem yang semakin memudahkan berbagai pihak. Dengan adanya digitalisasi dalam sistem pembayaran tentu saja mendorong pertumbuhan ekonomi di masa sulit. Tidak berlebihan kiranya jika selama masa pandemi dan pembatasan sosial, sistem pembayaran digital dan pembayaran online menjadi solusi rasional yang tidak lagi membutuhkan pertemuan konvensional alias tatap muka.

Masa pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19 ternyata justru semakin meningkatkan penggunaan layanan pembayaran digital dan online. Layanan ini menembus sekat-sekat wilayah dan waktu yang memungkinkan semua penggunanya bertransaksi di mana saja dan kapan saja. Terjadi perubahan perilaku konsumen di Indonesia dengan semakin populernya penggunaan dua jenis pembayaran tersebut belakangan tahun ini. Semua pihak termasuk pelaku bisnis, lembaga keuangan, pemerintah, hingga konsumen dapat menjalankan berbagai opsi transaksi, mulai dari P2P (peer to peer), C2B (consumer to business), dan B2C (business to consumer) secara bergantian atau bersamaan.

Bagaimanapun juga, perusahaan dan konsumen pasti menginginkan cara transaksi yang lebih efektif dan efisien. Tidak perlu menunggu lama apalagi harus bertatap muka. Asalkan sudah terdeteksi dalam sistem di gawai, semua dapat dikelola hanya dengan beberapa klik di layar.

Sebuah penelitian yang dilakukan perusahaan riset pemasaran independen, Ipsos Indonesia, menyebutkan bahwa kebanyakan masyarakat saat ini sudah merasa terbiasa dan nyaman dengan metode pembayaran digital. Dibarengi pula dengan peningkatan jumlah pengguna aplikasi pembayaran digital yang dipastikan akan terus bertambah pesat di masa depan.

Transaksi tanpa menggunakan uang tunai pun sudah menjadi cara yang wajar di tengah masyarakat dewasa ini. Banyak yang memanfaatkannya untuk layanan perbankan, menonton film di bioskop, menikmati layanan tontonan streaming, membayar transportasi, belanja, kuliner, membayar tagihan listrik, dan lain-lain. Bahkan, dua jenis pembayaran ini pun sudah merambah ke aspek kehidupan beragama, seperti membayar zakat dan infak.

Semua contoh yang disebutkan di atas merupakan bukti bahwa dua pembayaran ini telah menjawab kebutuhan masyarakat untuk cara yang lebih praktis, aman, dan diperkuat oleh konteks masa pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19 dua tahun belakangan ini.

Ada beberapa faktor keunggulan yang memperkuat alasan mengapa sistem pembayaran ini akan menjadi masa depan bisnis dan industri di negara ini, mulai dari cara yang gampang dan efisien, nominal transaksi yang fleksibel, keamanan data pribadi, serta sifatnya yang adaptif.

Gampang dan Efisien

Jenis sistem pembayaran ini di Indonesia semakin disukai karena sangat gampang dipakai dan efisien. Penggunanya tinggal mengaktifkan aplikasi pembayaran, menyesuaikan fitur, dan dapat melakukan transaksi kapan saja. Ukuran aplikasinya pun cenderung kecil, sehingga tidak akan membebani kinerja gawai yang hanya dilengkapi spesifikasi standar.

Pemakaian aplikasi pembayaran digital dan online juga lebih efisien. Selain menghemat waktu, penggunanya tidak perlu repot lagi membawa-bawa banyak uang tunai selama bepergian. Misal, di tengah perjalanan baru ingat harus membayar tagihan listrik, ia tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Tentu saja aplikasi ini juga sangat populer di kalangan profesional muda yang cenderung lebih suka bergaya praktis dan tidak ribet.

Nominal Transaksi Fleksibel

Inilah salah satu keunggulan dari sistem pembayaran digital yang tidak mungkin terjadi saat melakukan pembayaran secara konvensional alias tunai. Nilai nominal yang akan dibayarkan akan benar-benar sesuai dengan jumlah yang tertera saat transaksi. Berbeda dari cara pembayaran tunai yang tidak memungkinkan adanya angka-angka ganjil atau tidak diakomodasi oleh mata uang.

Sebagai contoh berikut ini perbandingannya. Saat akan membayar tagihan listrik, nilai yang tertera di tagihan sebesar Rp 475.786. Jika membayar secara tunai, yang akan dibayarkan dibulatkan menjadi Rp 475.800. Meskipun selisih angkanya kecil dalam rupiah, kalau sering secara akumulatif akan terasa boros.

Nah, dengan sistem pembayaran digital, jumlah yang dibayarkan akan selalu sesuai dengan nominal angka yang tertera di tagihan. Jadi, yang akan dibayar sama persis sebesar Rp 475.786. Inilah keunggulan dari sistem pembayaran digital dengan fleksibilitas nominal transaksi yang tidak akan pernah dijumpai saat melakukan pembayaran secara tunai.

Keamanan Data Pribadi

Kelebihan dari transaksi online adalah keamanan data pribadi yang terjamin karena koneksi yang terenkripsi dengan aman sehingga mengurangi potensi pencurian data pribadi dan tagihan. Salah satu keunggulan yang melindungi keamanan pribadi adalah pembayaran yang dilakukan melalui virtual account yang meminimalisir risiko penipuan dan pencurian.

Bersifat Adaptif

Artinya sistem pembayaran digital dan transaksi online akan terus dikembangkan oleh pihak developer. Menyesuaikan perkembangan zaman, kebutuhan konsumen, dan relevansinya dengan berbagai kebutuhan dan cara bertransaksi masyarakat. Jadi akan selalu ada peningkatan fitur yang tentu saja memudahkan penggunanya dalam melakukan transaksi.

Guna mendukung transisi masyarakat ke pembayaran digital dan mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang terbiasa berbelanja online, jangan lupa hubungkan bisnis online Anda dengan payment gateway. Payment Gateway memungkinkan Anda untuk menerima pembayaran langsung melalui website/aplikasi/platform bisnis online Anda sehingga transaksi berjalan lancar tanpa hambatan.

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila di masa depan penggunaan sistem payment gateway Indonesia sebagai salah satu fitur transaksi online akan semakin kontekstual dan relevan. Masyarakat juga semakin banyak belajar dari perkembangan teknologi informasi yang ditunjang oleh berbagai kecanggihan produk gawai.


Sumber : https://finance.detik.com/

Intan Theresia Hutabarat

Intan Theresia Hutabarat

Analis Perencanaan Strategis di Sub Bidang Keuangan, Investasi dan Aset Bappeda Provsu

Previous Audiensi Team Diginomi Sumatera Utara ke Kantor OJK Regional-5 Sumatera Bagian Utara.

Leave Your Comment

Connect With Us

Alamat: Bappeda Provinsi Sumatera Utara Jl. Pangeran Diponegoro 21-A Medan

Diginomi © 2022. All Rights Reserved